Asbabun Nuzul Quran Surah al-Fatihah menurut al-Wahidi
أسباب نزول آيات سورة
( الفاتحة ) (للواحدي)
{بِسمِ
ٱلله الرَّحْمٰنِ الرَّحِيـمِ* ٱلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ *
ٱلرَّحْمـٰنِ ٱلرَّحِيمِ * مَـٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ *إِيَّاكَ نَعْبُدُ
وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ *ٱهْدِنَا ٱلصِّرَاطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ ٱلَّذِينَ
أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِم وَلاَ ٱلضَّآلِّينَ }
|
القولُ في آية التسمية وبيان نزولها |
Terjemahan
Sebab Turunnya ayat
Surat al-Fatihah menurut (al-Wahidi)
Terjemahan surat al-Fatihah
(1) Dengan nama Allah Yang
Maha Pengasih, Maha Penyayang.
(2) Segala puji bagi Allah,
Tuhan seluruh alam,
(3) Yang Maha Pengasih, Maha
Penyayang,
(4) Pemilik hari pembalasan,
(5) Hanya kepada Engkaulah
kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan,
(6) Tunjukilah kami jalan yang
lurus,
(7) (yaitu) jalan orang-orang
yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai,
dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Pendapat tentang ayat tasmiyah dan penjelasannya
Telah dikabarkan kepada kami Ahmad bin Muhammad
bin Ibrahim al-Maqari, telah dikabarkan kepada kami Abu Bakar Muhammad bin
Abdurrahman al-Jauhari, telah diceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya bin
Mandah, telah diceritakan kepada kami Abu Kurayb, telah diceritakan dari Utsman
bin Sa’id, telah diceritakan kepada kami Basyr bin ‘Amarah bin Abi Rauq, dari
Dhohak dari Ibnu Abas, darinya berkata:
Pertama Jibril turun pada nabi shalallahu
‘alaihi wasallam. Jibril berkata: “wahai Muhammad bacalah ta’awudz
kemudian berkatalah” (bismillahir rahmani rahimi).
Telah dikabarkan pada kami Abu Abdillah bin Abi
Ishaq, telah diceritakan kepada kami Isma’il bin Ahmad al-Khalli, telah
dikabarkan kepada kami Ab Muhammad Abdullah bin Zayid al-Bajali, telah
diceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah diceritakan kepada kami Sufyan bin
‘Uyaynah, dari Amr bin Dinar, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibn Abbas berkata:
Ada Rasulullah shalallahu
‘alaihi wasallam tidak diketahui penutup sebuah surah hingga diturunkan
kepadanya (bismillahirahmanirrahim).
Telah dikabarkan kepada kami Abdul Qahir bin
Thohir al-Baghdadi, telah dikabarkan kepada kami Muhammad bin Ja’far bin
Mathor, telah dikabarkan kepada kami Ibrahim bin Ali adh-Dzuhli, telah
diceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, telah diceritakan kepada kami Amr bin
Hajaj al-‘Abadi, dari Abdillah bin Abi Husainin, telah berkata dari Abillah bin
Mas’ud berkata:
Kami tidak mengetahui batas antara
dua surah sampai diturunkannya (bismillahirrahmanirrahimi).
Telah diberitakan kepada kami Sa’id bin
Muhammad bin Ahmad bin Ja’’far, Telah diberitakan kepada kami Jadi, Telah
diberitakan kepada kami Abu Amr Ahmad bin Muhammad al-Harsiyi, telah
diceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya, telah diceritakan kepada kami
Muhammad bin ‘Isa bin Abi Fudaik, dari Abdillah bin Nafi’, dari Ayahnya, dari
Ibnu ‘Umar berkata:
Telah Allah turunkan (bismillahirrahmanirrahimi)
pada setiap surat.
Pendapat dalam Surat al-Fatihah
Terdapat ikhtilaf (perbedaan pendapat)
di dalamnya: Menurut mayoritas ulama,
surat al-Fatihah merupakan termasuk surat makiyyah dari salah satu yang
pertama kali turun dari al-Quran.
Telah diberitakan kepada kami Abu ‘Utsman Sa’id
bin Muhammad bin Ahmad al-Zahid, Telah diberitakan kepada kami Kakek, telah
diceritakan kepada kami Abu Amr al-al-Hiri, telah diceritakan kepada kami
Ibrahim bin al-Harist dan ‘Ali bin Sahl bin al-Mughirah mereka berdua berkata:
telah diceritakan kepada kami Yahya bin Abi Bakir, telah diceitakan kepada kami
Israil dari ABi Ishaq dari Abi Mausyaroh:
Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wasallam ada ketika nampak terdengar suara menyerunya: “Wahai Muhammad,
apabila engkau mendengar seruan berangkatlah dengan segera, maka berkatalah
Waraqah bin Naufal: apabila engkau mendengar suara yang memanggil, maka
dengarkanlah hingga engkau mendengar apa yang ia katakan kepadamu: : maka
nampak terdengar seruan, “wahai Muhammad”, maka nabi menjawab, “labaik (aku
memenuhi seruanmu).” Telah berkata: katakanlah: “laa ilahaillahla ash-hadu
anna muhammadan rasulullah (tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi
Muhammad adalah utusan Allah).” Kemudian berkata: “katakanlah (alhamdulillahirabbil’alamin
ar-rahmanirrahim, maalikiyaumiddin) segala puji bagi Allah, Tuhan seru
sekalian alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Penguasa hari akhir”
hingga selesai.
Dan ini pendapat ‘Ali bin Abi Thalib
Telah diceritakan kepada kami Abu Ishaq Ahmad
bin Muhamma al-Mufassir, telah dikabarkan kepada kami al-Hasan bin Ja’far
al-Mufassir, telah berkata: telah dikabarkan kepada kami Abu al-Hasan bin
Muhammad bin Mahmud al-Marwazi, telah dicertakan kepada kami Abdullah bin
Mahmud al-Sa’di, telah diceritakan kepada kami Abu Yahya al-Qashri, telah
diceritakan kepada kami Marwan bin Mu’awiyah dari al-Walla bin al-Musayyab,
dari al-Fadlil bin ‘Amr, dari ‘Ali Abi Tholib berkata:
Allah telah menurunkan surat
al-Fatihah dari perbankkan di bawah Arsy
Dan ini disandarkan dari as-Sa’di: Telah
diceritakan kepada kami ‘Amr bin Sholih, telah diceritakan kepada Ayahku, dari
al-Kaliby, dari Abi Sholih dari Ibnu Abbas berkata:
Ketika menetap nabi shalallahu’alaihi
wasallam di Makkah beliau nabi berkata: (bismillahirrahmanirrahimi,
alhamdulillahirabbil’alamin) dengan menyebut nama Allah Yang Maha Rahman
dan Yang Maha Rahim, segala Puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Maka
berkata orang-orang Quraisy: Semoga Allah mengutuk mulutmu atau dengan sesuatu,
telah berkata al-Hasan dan Qatadah. Dan menurut Imam Mujahid bahwa sesungguhnya
al-Fatihah itu adalah surat Madaniyyah. Telah berkata al-Husain bin
al-Fadl: bagi seorang alim, terkadang memiliki kesalahan, dan ini merupakan
pandangan Mujahid: Sesungguhnya ada keunikkan dipendapat ini, dan para ulama
banyak yang menentang pendapat ini (surat al-Fatihah sebagai surat madaniyyah).
Dan dari apa yang ditentukan, para ulama menetapkannya sebagai surat makiyyah
sebagaimana firman Allah (laqad ataynaka sab’an minalmatsanii walquranal
adzim), yang dimaksud (saban matsani) adalah surat al-Fatihah.
Telah diceritakan kepada kami Muhammad bin
Abdurrrahman al-Nahwi, telah dikabarkan kepada kami Muhammad bin Ahmad ‘Ali
al-Hairy, telah dikabarkan kepada kami Ahmad bin ‘Ali bin al-Matsani, telah
diceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub, telah diceritakan kepada kami Isma’il
bin Ja’far, telah diceritakan kepadaku al-Walla, dari Ayahnya, dari Abi
Hurairah ia berkata: Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam telah
bersabda, dan membaca kepadanya Ubay bin Ka’ab ummul quran dan beliau
Rasulullah bersabda: dan demi Dzat yang jiwaku ada pada genggaman-Nya, tidak
diturunkan oleh Allah dalam kitab Taurat, dan tidak dalam kitab Injil, dan
tidak ada dalam kitab Zabur, dan tidak dalam semisal dengan al-Quran,
sesungguhnya ia (al-Fatihah) adalah as-sab’ust tsani dan al-Quran yang
agung yang telah Allah berikan kepadaku.
Dan surat al-Hijr merupakan termasuk surat makiyyah
tanpa adanya pandangan berbeda atau ketidak setujuan oleh para ulama, karena
Allah menurunkan surat al-Fatihah sedangkan nabi menetap di Makkah kemudian
Allah menurunkannya kembali ketika nabi berada di Madinah. Dan tidak dapat
dikatakan, bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam ketika bermukim
di Makkah selama belasan tahun beliau tidak membaca surat al-Fatihah. Ini tidak
dapat dicerna oleh akal.
Komentar
Posting Komentar