Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

[Kenapa Harus Filsafat]: “Membincangkan Homoseksual dalam Dimensi Deontologi-etis Immanuel Kant (Revised)”

  Oleh: Muhammad Fathun Niam “Ketika moral di atas moral menguasai dan mengendalikan manusia. Sebuah sikap dilematis antara manusiawi dan manusiawi, antara baik dan baik lahir, dan menghantui manusia.” Kenapa seorang homoseks mendapatkan evaluasi dari masyarakat? Apa yang menjadi masalah yang begitu penting hingga kita menuduh, seorang homoseks adalah orang yang ‘tidak normal’. Lantas, bagaimana kita menentukan kenormalan? Karena konsensus? Apa alasan penyimpangan? Apakah menyimpang hanya karena konsekuensi konsensus mengatakan itu tidak normal, sebuah penyimpangan—karena keluar dari nilai-nilai kesepakatan konstruktif? Bagaimana jika dilakukan inversi-dekonstruksional ketika semua orang melegalkan perilaku homoseksual secara legal. Jika kita menggunakan konsensus sebagai premis majornya, maka homoseksual adalah kenormalan. Maka, apa alasan masuk akal dari kemaraan kita kepada kaum queer —saya batasi hanya homoseksual? Yang ada, kemarahan kita hanyalah alasan teologis, bahwa Tuha...

Postingan Terbaru

Kesadaran yang Melampaui Manusiawi yang Manusiawi: Totalität des Bewusstseins